Keindahan Alam Nusa Tenggara Timur

* Selat Pantar 


    Selat  Pantar merupakan laut yang memisahkan antara Pulau Alor dan Pulau Pantar.Wisata  bahari Taman Laut Selat Pantar mempunyai panorama bawah laut yang menakjubkan  sehingga menjadi primadona dan pemikat bagi para diver dari seluruh dunia. Keindahan  taman laut Selat Pantar melingkupi perairan Alor Besar, Alor Kecil, Dulolong,  Pulau Buaya, Pulau Kepa, Pulau Ternate, dan Pulau Pura. B. Keistimewaan Tercatat,  ada 26 titik selam (diving spot) yang  memesona wisatawan. Ke-26 titik diving itu seperti, Half Moon Bay;  Peter`s Prize;  Crocodile Rook; Cave Point; The Edge; Coral Clitts; Baeylon; The Arch; Fallt  Line; The Pacth; Nite Delht; Kal`s Dream; The Ball; Trip Top; The Mlai Hall; No  Man`s Land; The Chatedral; School`s Ut; hingga titik selam Shark Close.


    Di  taman laut ini pula dapat ditemui lumba-lumba abu-abu yang merupakan spesies  langka. Lokasi Taman laut Selat Pantar terletak di Kabupaten  Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur.  Akses Menuju Lokasi Wisatawan  bisa datang dari Kupang, dengan naik kapal feri dengan waktu tempuh 12-13 jam, menuju  Larantuka. Kemudian melanjutkan perjalanan dengan naik kapal kayu menuju  pelabuhan laut Kalabahi dengan waktu tempuh sekitar 1 jam

* Gunung Inerie
   Gunung  Inerie memiliki ketinggian 2.245 meter di atas permukaan laut. Bagian gunung yang  berhutan lebat hanya terdapat di sebelah barat lereng gunung. Sedangkan hutan  di lereng bagian selatan telah dikonversi menjadi daerah perkebunan. Sebagian  besar hutan yang terdapat di dalam kawasan ini terletak pada ketinggian  1.000-1.500 meter dari permukaan laut .
    Dari atas puncak Gunung,  para pendaki bisa dengan leluasa melihat pemandangan yang indah ke segala arah.  Pemandangan Kota Bajawa di sebelah barat laut, dengan kabut tipis di atasnya, tampak  seperti kota-kota kecil dan tua di Eropa. Sedangkan di bagian selatan tampak birunya  laut Sawu, menempel rapat di kaki Gunung Inerie. Di sisi selatan  puncak Gunung Inerie terdapat sebuah batu besar yang diyakini sebagai  penjelmaan dari sosok Jaramasi beserta kuda tunggangannya. Menurut legenda, Jaramasi adalah seorang satria penjaga Gunung  Inerie. Kata, ”jara” berarti kuda dan ”Masi” adalah nama orang (laki-laki). Artinya  ”kuda milik Masi”, yang merupakan seorang pahlawan di wilayah perkampungan kaki  Gunung Inerie.Gunung  Inerie terletak di Bajawa, ibukota Kabupaten Ngada, Pulau Flores, Provinsi Nusa  Tenggara Timur. 


    Dari  Kupang, ibukota Propinsi NTT, wisatawan dapat naik pesawat menuju Ende, sebuah kota di Pulau Flores. Setiba  di sana,  perjalanan dilanjutkan menuju Kota Bajawa yang berjarak sekitar 61 kilometer. Kemudian  wisatawan dapat melanjutkan perjalanan dengan angkutan sewaan menuju desa  wisata, Bena, yang terletak 15 km sebelah selatan Bajawa. Inilah desa terakhir  sebelum menuju puncak Gunung Ineri

* Danau Kelimutu 
     Danau Kelimutu  yang terletak di puncak Gunung Kelimutu ini masuk dalam rangkaian Taman  Nasional Kelimutu. Danau ini berada di ketinggian 1.631 meter dari permukaan  laut. Beberapa flora  yang dapat ditemui di sekitar danau antara lain Kesambi (Schleichera oleosa),  Cemara (Casuarina equisetifolia) dan bunga abadi Edelweiss. Sedangkan fauna yang ada di sekitar danau, antara lain Rusa  (Cervus timorensis), Babi hutan (Sus sp.), Ayam hutan (Gallus  gallus) dan Elang (Elanus sp.)  


     Danau  Kelimutu mempunyai tiga kubangan raksasa. Masing-masing kubangan mempunyai warna  air yang selalu berubah tiap tahunnya. Air di salah satu tiga kubangan berwarna  merah dan dapat menjadi hijau tua serta merah hati; di kubangan lainnya berwarna  hijau tua menjadi hijau muda; dan di kubangan ketiga berwarna coklat kehitaman  menjadi biru langit. 


     Secara  adminitratif, Danau Kelimutu berada pada 3 kecamatan, yakni Kecamatan Detsuko,  Kecamatan Wolowaru dan Kecamatan Ndona, ketiganya berada di bawah naungan Kabupaten  Dati II Ende, Propinsi Nusa Tenggara TimurDari ibukota Propinsi NTT, yakni Kupang, pengunjung  dapat menggunakan pesawat menuju kota  Ende, di Pulau Flores, dengan waktu tempuh mencapai 40 menit. Setiba di Ende, perjalanan  dilanjutkan dengan menggunakan angkutan umum berupa mini bus, menuju Desa  Kaonara, yang berjarak 93 km, dengan waktu tempuh sekitar 3 jam. Dari Desa  Koanara menuju Puncak Danau Kelimutu, wisatawan harus berjalan sepanjang 2,5 km. 

Artikel Terkait



0 Tinggalkan Komentar Anda:

Poskan Komentar